Rabu, 02 Oktober 2013
Jumat, 23 Agustus 2013
Daerah Tujuan Wisata di Lombok
Di bawah ini beberapa daerah yang layak dikunjungi saat anda berlibur ke Lombok:
1.
|
Suranadi. Di sini
ada hotel lengkap dengan kolam renang air hangat dan lapangan
tennis. Juga ada pura Hindu tertua, berlokasi 17 km jika naik
kendaraan dari kota Mataram.
|
2.
|
Lingsar. Pura
dengan ikan keramat di dalam kolam, lokasi 9 km dengan naik
kendaraan dari kota Mataram.
|
3.
|
Narmada. Kebun Raya
Lombok, dengan kolam renang, serta ada pura Hindu yang sering
digunakan umat Hindu untuk bersembahyang, lokasi 12 km dengan
kendaraan dari kota Mataram.
|
4.
|
Batu
Bolong.Terdapat pura diatas batu karang yang menjorok ke laut,
dan jika cuaca cerah bisa melihat gunung Agung di pulau Bali,
serta bagus untuk melihat pemandangan saat sunset. Lokasi 8 km
dengan kendaraan dari kota Mataram. Untuk memasuki area, maka
kita diwajibkan memakai pita kuning dari kain (dapat menyewa
di lokasi), yang dipasang melingkari pinggang. Pemandangan
disini indah sekali, air laut menerobos melalui sela-sela batu
karang yang berlubang, menimbulkan bunyi gemerosak. Sayang
saat saya kesini, cuaca masih mendung selepas turun hujan,
tapi pemandangan indah sekali. Matahari mengintip di sela-sela
awan, dan cahayanya jatuh terpantul di air laut.
|
5.
|
Senggigi. Pantai
alam berpasir putih yang bersih, dikelilingi hotel, losmen dan
bungalow. Sangat indah sekali, terutama jika waktu sunrise
maupun sunset. Lokasi 10 km dengan kendaraan dari kota Mataram.
Di pantai banyak penjaja cinderamata, berupa mutiara budidaya
air tawar yang berwarna warni, mulai dari harga Rp.25.000,-
Juga penjaja kaos bertuliskan Lombok dan Senggigi, serta
ukiran khas Lombok pada kayu, bisa berupa tempat buah, topeng
dan lain-lain.
|
6.
|
Sire Beach. Taman
laut dengan exotic coral dan ikan yang berenang kian kemari.
Berlokasi 36 km dengan kendaraan dari kota Mataram.
|
7.
|
Gili Air, Gili Meno
dan Gili Trawangan. Pulau kahyangan di utara Lombok,
dikelilingi taman laut. Disini banyak orang diving maupun
surfing. Di pulau ini sudah banyak hotel dan losmen, sehingga
bisa menginap disini, pantainya masih asli. Untuk mencapai
lokasi ini bisa menggunakan kapal motor.
|
8.
|
Sukarare. Desa
tempat orang menenun, disinilah jika ingin membeli kain tenun
tradisional khas Lombok, serta melihat bagaimana para penenun
melakukan pekerjaannya. Lokasi 25 km dengan kendaraan dari
kota Mataram.
|
9.
|
Rambitan/Sade. Desa
asli Lombok, dengan rumah tradisional suku Sasak, lokasi 50 km
dengan kendaraan dari kota Mataram.
|
10.
|
Kuta/Tanjung Aan.
Pantai Mandalika dengan lampu-lampu yang berkilauan , dimana
kita bisa berenang, terdapat hotel dan restoran. Setiap tahun
ada perayaan menangkap/melihat Nyale, lokasi 56 km dengan
kendaraan dari kota Mataram.
|
11.
|
Mataram. Mataram
adalah ibu kota propinsi Nusa Tenggara Barat. Sedangkan
Ampenan merupakan kota pelabuhan lama (sekarang sudah pindah
ke Lembar). Kota Ampenan berciri khas arsitektur kuno, yang
bila dibersihkan dan dirawat dengan baik, akan menjadi daerah
tujuan wisata yang digemari. Di kota Mataram (yang sudah
menjadi satu kesatuan dengan kota Ampenan dan kota
Cakranegara) kita bisa wisata kuliner, dengan makan makanan
Lombok yang ciri khasnya adalah pedas. Di Jakarta kita sering
melihat rumah makan Taliwang, yang ternyata Taliwang adalah
nama suatu daerah, yang awalnya banyak penjual makanan khas
Lombok di daerah ini.Makanan khas Lombok, antara lain: Plecing
kangkung, ayam plecingan, ayam julat (ayam yang bumbunya pedas
sekali), sambel beberok. Plecing ternyata merupakan nama
masakan, sehingga dikenal masakan kangkung yang diberi
/dimasak bumbu plecing, ayam yang dimasak plecing (ayam diberi
bumbu pedas, didiamkan, dibakar/digoreng, kemudian diberi
bumbu pedas lagi). Sambel beberok adalah sambel yang dibuat
dari irisan terong ungu, irisan bawang merah, irisan tomat dan
cabe, disajikan bersama makanan khas Lombok lainnya. Minuman
yang khas adalah kelapa madu, terdiri dari air kepala muda,
dan kelapa mudanya di suwir-suwir serta diberi madu ehmm
sedaaap. Untuk membeli oleh-oleh kain tenun khas Lombok, bisa
di Cilinaya Shopping Centre.
|
12.
|
Cakranegara.
Merupakan kota bisnis, terdapat pasar pertanian, pasar burung,
dan mata air Mayura serta pura Meru, pura terbesar di Lombok.
Cakranegara konon dulunya merupakan bekas kerajaan, namun
bekas kerajaan (situs) sudah tak bisa dikenali. Jika ingin
oleh-oleh makanan, maka bisa membeli kaki ayam goreng, telur
asin dan berbagai manisan dari rumput laut.
|
13.
|
Air Terjun
Sendanggile Desa Senaru, Kecamatan Bayan, yang merupakan
gerbang pendakian Gunung Rinjani (3.726 meter). Di Pusuk
terdapat ratusan ekor monyet yang selalu setia menanti
dipinggir jalan untuk diberi makan oleh pengendara yang lalu
lalang melintas dijalan yang berkelok-kelok.jalan di pusuk
memang terlihat seperti kawasan puncak yang menawarkan sensasi
yang berbeda bagi pengendara maupun turis asing.hutan lindung
yang rimbun serta suara alam mengiringi monyet yang berjejer
di pinggir jalan. Pantas jika disebut Pusuk Pass..jangan lupa
membawa pisang jika berkujung ke Pusuk.Air Terjun Sendang gile
berasal dari mata air kaki dari gunung Rinjani , air jernih
dan bersih , pemandangan sekitar gunung daerah senaru bisa
melihat puncak gunung rinjani jika tidak ada awan atau mendung
,pemandangan yang sangat luar biasa.
|
14.
|
Taman National
Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok,
Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua
tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta
terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan
gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan
pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman
Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha
dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000
ha ke arah barat dan timur.
Lihat selengkapnya di http://pariwisatapulaulombok.com/tag/objek-wisata-lombok-favorit/ |
Rabu, 21 Agustus 2013
BARAPAN KEBO
Konon karapan kebo adalah permainan rakyat yang hanya ada di Kabupaten Sumbawa, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Barapan kebo berupa sepasang kerbau yang beradu kecepatan lari, yang dikendalikan seorang joki. Kerbau yang lari lebih cepat dan mampu menjatuhkan sakak (tiang kayu) di garis finis, itulah pemenangnya. Untuk merobohkan sakak ada sandro (dukun) yang dengan kekuatan ilmunya bisa mengecohkan ternak dan jokinya.
Kerbau balap tidak sembarangan,namun biasanya memiliki ciri khusus berupa pusaran pada bulunya.tanda itu jumlahnya seimbang pada bagian tubuhnya, misalnya, dua pusaran masing-masing dikiri dan kanan tubunya. Yang terbaik, putaran itu berada pada bagian tengkuk dan diantara kedua mata kerbau.
Kepalanya selalu memandang tegak kedepan, dan tanduknya tumbuh sempurna melengkung keatas. Ciri-ciri itu dimiliki sepasang kerbau yang kelak jadi petarung dalam barapan. Sebelum jadi atlit, duet kerbau dilatih berlari di sungai yang kebetulan airnya lagisurut, atau di tempat khusus yang di sediakan pemilik kerbau. Lama kerbau dilatih sebelum turun ke arena kompetisi, tidak ada target waktunya.
Kerbau ini dilengkapisejumlah peralatan bertanding seperti noga, sebatang kayu dengan panjang 2,5 meter yang dipasang pada punduk kedua binatang itu. Dibagian tengah noga ada kayu memanjang kebagian belakang badan kerbau, dan bagian ujung katu itu tedapat kareng untuk pijakan sang joki.
Dengan mangkar (cemeti/cambuk), sang joki berdiri dibagian ujung kayu yang memanjang kebagian belakang badan kerbau dan di bawa lari oleh ternak itu dari pelepas/garis start kesakak (bisa berbentuk patung kayu) sebagai garis finis. Batas arena lomba juga ditandai kayu dosebut panjang.di dekat sakak berdiri seorang sandro selaku wasit,yang member komando dengan peluit saat permainan dimulai.
Joki dan ternak harus merobohkan sakak,sehingga dinyatakan sebagai pemenang.hanya saja untuk menjatuhkan sakak tidak gampang, karena di seputar sakak itu berdiri seorang sandro yang dengan kemampuian ilmunya berupaya mengecohj ternak dan joki.
Di sinilah tampak pertarungan di mulai, karena ada sandro di sakak dan joki yang di lindungi oleh sandronya saling baku ilmu. Kebanyakan orang tidak percaya karena dua meter dari garis finis kerbau bias lari keluar dari garis pancang, atau jokinya terpental dari kareng, peserta yang keluar dari ancang atau tidak mampu merobohkan sakak dinyatakan di diskualifikasi.
Di masa lampau permainan ini malah lebih ganas lagi, karena ada kerbau yang tandikunya tiba-tiba copot dari kepalanya. Sebaliknya, sandro penjaga sakak buru-buru minggir, bila tidak mampu menahan kekuatan ilmu sang joki sdan sandronya.
Bukan seperti pacuan kuda yang dalam tiap rondenya beradu lari, namun dalam barapan ini seoasang kerbau secara bergiliran baku lari darigaris star ke garis finis. Yang merobohkan sakak dan yang memiliki waktuyang tercepat yang tampil sebagai pemenang.
Arena bertanding umumnya di sawah yang berair dan berlumpuh. Tinggi permukaan air dan ketebalan lumpur, tergantung panjang-pendeknya areal sawah tempat kompetisi. Bila areal sepanjang 50 meter, maka Volume air sawah diupayakan lebih banyak, biar lapangan relatife becek, sekaligus di jadikan faktor kesulitan bagi peserta. Bila petak sawak sepanjang 100 meter, maka airnya lebih kering.
Awalnya, menurut tuturan dari mulut ke mulut,pacu kerbau ini merupakan acara selamatan yang muncul dari tradisi bertani penduduk, khususnya saat musim tanam padi. Menjadikan tanah yang siap di Tanami padi mesti di bajak tiga kali. Karena jenis tanah sawah di Kabupaten Sumbawa umunya berupa tanah liat, dan terbatasnya hari hujan hanya bias ditanami padi sekali setahun.
Disebabkan kondisi iklim yang kurang bersahabat di tanah Samawa yang hari hujannya relative pendek. Tidakheran sawah hanya digarap sekali setahun, bercocok tanam padi pada musim hujan dan tanahnya di biarkan kosong dalamwaktu yang lama dan ketika awal musim tanam padi tiba tanah sawahagakalotdi bajak. Mungkin untuk memperpendek waktu, pemilik sawah bersedia sawahnya di pakai uintuk arena lomba, biar tanah cepat lembur oleh pijakan kaki puluhan kerbau.
Kebiasaan it uterus berkembang sampai sekarang, bahkan dilaksanakan saban tahun, baik untuk kepentingan amal (menghimpun dana bagipembangunan masjid, mushalla, dan lain-lain), maupun dipertandingan yang pemenangnya de sediakan hadiah seperti piala, kain sarung, kain bakal baju (batik), dfan televise. Hamper setiap desa menyelenggarakan barapan, malah panitianya sampai mengundang peserta dari luar desa.
Kalau lagi musim tanam, baterai radio di jaga agar tidak soak, karena para pemilik kerbau pacu mendengar pengumuman adanya barapoan biasanya lewat radio. Makanya jangan harap kita dipinjamin radio.
Sejalan dengan perkembangan pariwisata, pacu kerbau lalu dijadikan suguhan bagi wisatawan. Beberapa hotel menjual permainan rakyat ini sebagai paket wisata bagi para tourist. Sebagai saling ajang adu kekuatan ilmu, barapan ini bisa di katakan pula arena bursa bagi kerbau, ini mengingat kerbau yang menang berkompetisi nilaijualnya amat tinggi, 20 juta sampai 30 juta per ekor. Ini pun belum tentu pemiliknya mau menjualnya.malah sebelum jadi petanding dalam pentas barapan, asalkan memiliki cirri-ciri khusus sebagaimana ciri-ciri kerbau yang bagus di jadikan atlit, bisa berharga 6 juta sampaai 8 juta per ekor. Jauh lebih mahal di banding harga pasar seekor kerbau untuk pemeliharaan atau kerbau potong yang berkisar 2 juta sampai 4 juta per ekor.
Negatif :
Barapan kerbau di jadikan sebagai ajang tempat mengadu ilmu antara joki, sandro, dan sandroyang menjaga sakak (garis finis). Hal ini sering terjadi dalam setiap barapan kerbau, ini mesti di rubah karena akan berdampak buruk bagi generasi muda di tanah Samawa yang akan meneruskan Kebudayaan Sumbawa.
• Hal yang mesti di rubah adalah barapan kerbau yang dijadikan ajang tempat mengadu ilmu antara joki, sandro, dan sandro penjaga sakak ( garis finis).
• Perubahan yang harus kita lakukan adalah menjadikan barapan kebo tersebut sebagai kebudayaan yang di lakukan tiap tahunnya pada musim tanam padi, tidak menjadikan kebudayaan tersebut sebagai tempat ajang mengadu ilmu. Kebudayaan yang kita miliki harus di kembangkan agar para wisatawan tertarik untuk dating ke Pulau Sumbawa karena keunikan dan keragaman budayanya.
Positif :
• Kegiatan inisering di jadikan untuk kepentingan amal, dalam menghimpun dana untuk pembangunan Masjid, Mushalla,sekolah dan lain-lain.
• Semakin berkembangnya pariwisatya, kebudayaan barapan kebo dapat di jadikan suguhan bagi wisatawan dan tamu-tamu dari luar daerah.
Selasa, 20 Agustus 2013
TARI GENDANG BELEQ - SASAK LOMBOK NTB
Tari Gendang Beleq adalah salah satu tarian dari Lombok, dinamakan demikian karena memakai gendang yang sangat besar.
Pada zaman dahulu tarian ini dipertunjukan untuk mengiringi atau menyambut tentara yang pergi atau pulang dari medan perang.
Tarian ini sering dipakai untuk menyambut tamu-tamu penting sebagai suatu seni, pertunjukan tarian ini juga disebut “Tari Oncer”
Langganan:
Postingan (Atom)
