Jumat, 23 Agustus 2013

Daerah Tujuan Wisata di Lombok



Di bawah ini beberapa daerah yang layak dikunjungi saat anda berlibur ke Lombok:
 

1.
Suranadi. Di sini ada hotel lengkap dengan kolam renang air hangat dan lapangan tennis. Juga ada pura Hindu tertua, berlokasi 17 km jika naik kendaraan dari kota Mataram.
2.
Lingsar. Pura dengan ikan keramat di dalam kolam, lokasi 9 km dengan naik kendaraan dari kota Mataram.
3.
Narmada. Kebun Raya Lombok, dengan kolam renang, serta ada pura Hindu yang sering digunakan umat Hindu untuk bersembahyang, lokasi 12 km dengan kendaraan dari kota Mataram.
4.
Batu Bolong.Terdapat pura diatas batu karang yang menjorok ke laut, dan jika cuaca cerah bisa melihat gunung Agung di pulau Bali, serta bagus untuk melihat pemandangan saat sunset. Lokasi 8 km dengan kendaraan dari kota Mataram. Untuk memasuki area, maka kita diwajibkan memakai pita kuning dari kain (dapat menyewa di lokasi), yang dipasang melingkari pinggang. Pemandangan disini indah sekali, air laut menerobos melalui sela-sela batu karang yang berlubang, menimbulkan bunyi gemerosak. Sayang saat saya kesini, cuaca masih mendung selepas turun hujan, tapi pemandangan indah sekali. Matahari mengintip di sela-sela awan, dan cahayanya jatuh terpantul di air laut.
5.
Senggigi. Pantai alam berpasir putih yang bersih, dikelilingi hotel, losmen dan bungalow. Sangat indah sekali, terutama jika waktu sunrise maupun sunset. Lokasi 10 km dengan kendaraan dari kota Mataram. Di pantai banyak penjaja cinderamata, berupa mutiara budidaya air tawar yang berwarna warni, mulai dari harga Rp.25.000,- Juga penjaja kaos bertuliskan Lombok dan Senggigi, serta ukiran khas Lombok pada kayu, bisa berupa tempat buah, topeng dan lain-lain.
6.
Sire Beach. Taman laut dengan exotic coral dan ikan yang berenang kian kemari. Berlokasi 36 km dengan kendaraan dari kota Mataram.
7.
Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan. Pulau kahyangan di utara Lombok, dikelilingi taman laut. Disini banyak orang diving maupun surfing. Di pulau ini sudah banyak hotel dan losmen, sehingga bisa menginap disini, pantainya masih asli. Untuk mencapai lokasi ini bisa menggunakan kapal motor.
8.
Sukarare. Desa tempat orang menenun, disinilah jika ingin membeli kain tenun tradisional khas Lombok, serta melihat bagaimana para penenun melakukan pekerjaannya. Lokasi 25 km dengan kendaraan dari kota Mataram.
9.
Rambitan/Sade. Desa asli Lombok, dengan rumah tradisional suku Sasak, lokasi 50 km dengan kendaraan dari kota Mataram.
10.
Kuta/Tanjung Aan. Pantai Mandalika dengan lampu-lampu yang berkilauan , dimana kita bisa berenang, terdapat hotel dan restoran. Setiap tahun ada perayaan menangkap/melihat Nyale, lokasi 56 km dengan kendaraan dari kota Mataram.
11.
Mataram. Mataram adalah ibu kota propinsi Nusa Tenggara Barat. Sedangkan Ampenan merupakan kota pelabuhan lama (sekarang sudah pindah ke Lembar). Kota Ampenan berciri khas arsitektur kuno, yang bila dibersihkan dan dirawat dengan baik, akan menjadi daerah tujuan wisata yang digemari. Di kota Mataram (yang sudah menjadi satu kesatuan dengan kota Ampenan dan kota Cakranegara) kita bisa wisata kuliner, dengan makan makanan Lombok yang ciri khasnya adalah pedas. Di Jakarta kita sering melihat rumah makan Taliwang, yang ternyata Taliwang adalah nama suatu daerah, yang awalnya banyak penjual makanan khas Lombok di daerah ini.Makanan khas Lombok, antara lain: Plecing kangkung, ayam plecingan, ayam julat (ayam yang bumbunya pedas sekali), sambel beberok. Plecing ternyata merupakan nama masakan, sehingga dikenal masakan kangkung yang diberi /dimasak bumbu plecing, ayam yang dimasak plecing (ayam diberi bumbu pedas, didiamkan, dibakar/digoreng, kemudian diberi bumbu pedas lagi). Sambel beberok adalah sambel yang dibuat dari irisan terong ungu, irisan bawang merah, irisan tomat dan cabe, disajikan bersama makanan khas Lombok lainnya. Minuman yang khas adalah kelapa madu, terdiri dari air kepala muda, dan kelapa mudanya di suwir-suwir serta diberi madu ehmm sedaaap. Untuk membeli oleh-oleh kain tenun khas Lombok, bisa di Cilinaya Shopping Centre.
12.
Cakranegara. Merupakan kota bisnis, terdapat pasar pertanian, pasar burung, dan mata air Mayura serta pura Meru, pura terbesar di Lombok. Cakranegara konon dulunya merupakan bekas kerajaan, namun bekas kerajaan (situs) sudah tak bisa dikenali. Jika ingin oleh-oleh makanan, maka bisa membeli kaki ayam goreng, telur asin dan berbagai manisan dari rumput laut.
13.
Air Terjun Sendanggile Desa Senaru, Kecamatan Bayan, yang merupakan gerbang pendakian Gunung Rinjani (3.726 meter). Di Pusuk terdapat ratusan ekor monyet yang selalu setia menanti dipinggir jalan untuk diberi makan oleh pengendara yang lalu lalang melintas dijalan yang berkelok-kelok.jalan di pusuk memang terlihat seperti kawasan puncak yang menawarkan sensasi yang berbeda bagi pengendara maupun turis asing.hutan lindung yang rimbun serta suara alam mengiringi monyet yang berjejer di pinggir jalan. Pantas jika disebut Pusuk Pass..jangan lupa membawa pisang jika berkujung ke Pusuk.Air Terjun Sendang gile berasal dari mata air kaki dari gunung Rinjani , air jernih dan bersih , pemandangan sekitar gunung daerah senaru bisa melihat puncak gunung rinjani jika tidak ada awan atau mendung ,pemandangan yang sangat luar biasa.
14.
Taman National Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur. 
Lihat selengkapnya di http://pariwisatapulaulombok.com/tag/objek-wisata-lombok-favorit/

Rabu, 21 Agustus 2013

BARAPAN KEBO



Konon karapan kebo adalah permainan rakyat yang hanya ada di Kabupaten Sumbawa, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Barapan kebo berupa sepasang kerbau yang beradu kecepatan lari, yang dikendalikan seorang joki. Kerbau yang lari lebih cepat dan mampu menjatuhkan sakak (tiang kayu) di garis finis, itulah pemenangnya. Untuk merobohkan sakak ada sandro (dukun) yang dengan kekuatan ilmunya bisa mengecohkan ternak dan jokinya.
Kerbau balap tidak sembarangan,namun biasanya memiliki ciri khusus berupa pusaran pada bulunya.tanda itu jumlahnya seimbang pada bagian tubuhnya, misalnya, dua pusaran masing-masing dikiri dan kanan tubunya. Yang terbaik, putaran itu berada pada bagian tengkuk dan diantara kedua mata kerbau.
Kepalanya selalu memandang tegak kedepan, dan tanduknya tumbuh sempurna melengkung keatas. Ciri-ciri itu dimiliki sepasang kerbau yang kelak jadi petarung dalam barapan. Sebelum jadi atlit, duet kerbau dilatih berlari di sungai yang kebetulan airnya lagisurut, atau di tempat khusus yang di sediakan pemilik kerbau. Lama kerbau dilatih sebelum turun ke arena kompetisi, tidak ada target waktunya.
Kerbau ini dilengkapisejumlah peralatan bertanding seperti noga, sebatang kayu dengan panjang 2,5 meter yang dipasang pada punduk kedua binatang itu. Dibagian tengah noga ada kayu memanjang kebagian belakang badan kerbau, dan bagian ujung katu itu tedapat kareng untuk pijakan sang joki.
Dengan mangkar (cemeti/cambuk), sang joki berdiri dibagian ujung kayu yang memanjang kebagian belakang badan kerbau dan di bawa lari oleh ternak itu dari pelepas/garis start kesakak (bisa berbentuk patung kayu) sebagai garis finis. Batas arena lomba juga ditandai kayu dosebut panjang.di dekat sakak berdiri seorang sandro selaku wasit,yang member komando dengan peluit saat permainan dimulai.
Joki dan ternak harus merobohkan sakak,sehingga dinyatakan sebagai pemenang.hanya saja untuk menjatuhkan sakak tidak gampang, karena di seputar sakak itu berdiri seorang sandro yang dengan kemampuian ilmunya berupaya mengecohj ternak dan joki.
Di sinilah tampak pertarungan di mulai, karena ada sandro di sakak dan joki yang di lindungi oleh sandronya saling baku ilmu. Kebanyakan orang tidak percaya karena dua meter dari garis finis kerbau bias lari keluar dari garis pancang, atau jokinya terpental dari kareng, peserta yang keluar dari ancang atau tidak mampu merobohkan sakak dinyatakan di diskualifikasi.
Di masa lampau permainan ini malah lebih ganas lagi, karena ada kerbau yang tandikunya tiba-tiba copot dari kepalanya. Sebaliknya, sandro penjaga sakak buru-buru minggir, bila tidak mampu menahan kekuatan ilmu sang joki sdan sandronya.
Bukan seperti pacuan kuda yang dalam tiap rondenya beradu lari, namun dalam barapan ini seoasang kerbau secara bergiliran baku lari darigaris star ke garis finis. Yang merobohkan sakak dan yang memiliki  waktuyang tercepat yang tampil sebagai pemenang.
Arena bertanding umumnya di sawah yang berair dan berlumpuh. Tinggi permukaan air dan ketebalan lumpur, tergantung panjang-pendeknya areal sawah tempat kompetisi. Bila areal sepanjang 50 meter, maka Volume air sawah diupayakan lebih banyak, biar lapangan relatife becek, sekaligus di jadikan faktor kesulitan bagi peserta. Bila petak sawak sepanjang 100 meter, maka airnya lebih kering.
Awalnya, menurut tuturan dari mulut ke mulut,pacu kerbau ini merupakan acara selamatan yang muncul dari tradisi bertani penduduk, khususnya saat musim tanam padi. Menjadikan tanah yang siap di Tanami padi mesti di bajak tiga kali. Karena jenis tanah sawah di Kabupaten Sumbawa umunya berupa tanah liat, dan terbatasnya hari hujan hanya bias ditanami padi sekali setahun.
Disebabkan kondisi iklim yang kurang bersahabat di tanah Samawa yang hari hujannya relative pendek. Tidakheran sawah hanya digarap sekali setahun, bercocok tanam padi pada musim hujan dan tanahnya di biarkan kosong dalamwaktu yang lama dan ketika awal musim tanam padi tiba tanah sawahagakalotdi bajak. Mungkin untuk  memperpendek waktu, pemilik sawah bersedia sawahnya di pakai uintuk arena lomba, biar tanah cepat lembur oleh pijakan kaki puluhan kerbau.
Kebiasaan it uterus berkembang sampai sekarang, bahkan dilaksanakan saban tahun, baik untuk kepentingan amal (menghimpun dana bagipembangunan masjid, mushalla, dan lain-lain), maupun dipertandingan yang pemenangnya de sediakan hadiah seperti piala, kain sarung, kain bakal baju (batik), dfan televise. Hamper setiap desa menyelenggarakan barapan, malah panitianya sampai mengundang peserta dari luar desa.
Kalau lagi musim tanam, baterai radio di jaga agar tidak soak, karena para pemilik kerbau pacu mendengar pengumuman adanya barapoan biasanya lewat radio. Makanya jangan harap kita dipinjamin radio.
Sejalan dengan perkembangan pariwisata, pacu kerbau lalu dijadikan suguhan bagi wisatawan. Beberapa hotel menjual permainan rakyat ini sebagai paket wisata bagi para tourist. Sebagai saling ajang adu kekuatan ilmu, barapan ini bisa di katakan pula arena bursa bagi kerbau, ini mengingat kerbau yang menang berkompetisi nilaijualnya amat tinggi, 20 juta sampai 30 juta per ekor. Ini pun belum tentu pemiliknya mau menjualnya.malah sebelum jadi petanding dalam pentas barapan, asalkan memiliki cirri-ciri khusus sebagaimana ciri-ciri kerbau yang bagus di jadikan atlit, bisa berharga 6 juta sampaai 8 juta per ekor. Jauh lebih mahal di banding harga pasar seekor kerbau untuk pemeliharaan atau kerbau potong yang berkisar 2 juta sampai 4 juta per ekor.
Negatif :
Barapan kerbau di jadikan sebagai ajang tempat mengadu ilmu antara joki, sandro, dan sandroyang menjaga sakak (garis finis). Hal ini sering terjadi dalam setiap barapan kerbau, ini mesti di rubah karena akan berdampak buruk bagi generasi muda di tanah Samawa yang akan meneruskan Kebudayaan Sumbawa.
•    Hal yang mesti di rubah adalah barapan kerbau yang dijadikan ajang tempat mengadu ilmu antara joki, sandro, dan sandro penjaga sakak ( garis finis).
•    Perubahan yang harus kita lakukan adalah menjadikan barapan kebo tersebut sebagai kebudayaan yang di lakukan tiap tahunnya pada musim tanam padi, tidak menjadikan kebudayaan tersebut sebagai tempat ajang mengadu ilmu. Kebudayaan yang kita miliki harus di kembangkan agar para wisatawan tertarik untuk dating ke Pulau Sumbawa karena keunikan dan keragaman budayanya.
Positif :
•    Kegiatan inisering di jadikan untuk kepentingan amal, dalam menghimpun dana untuk pembangunan Masjid, Mushalla,sekolah dan lain-lain.
•    Semakin berkembangnya pariwisatya, kebudayaan barapan kebo dapat di jadikan suguhan bagi wisatawan dan tamu-tamu dari luar daerah.

Selasa, 20 Agustus 2013

TARI GENDANG BELEQ - SASAK LOMBOK NTB



Tari Gendang Beleq adalah salah satu tarian dari Lombok, dinamakan demikian karena memakai gendang yang sangat besar.
Pada zaman dahulu tarian ini dipertunjukan untuk mengiringi atau menyambut tentara yang pergi atau pulang dari medan perang.
Tarian ini sering dipakai untuk menyambut tamu-tamu penting sebagai suatu seni, pertunjukan tarian ini juga disebut “Tari Oncer”